Kamis, 27 Agustus 2015

Berpindah

Thank you for loving me!
Ucapan terakhir sebelum dia meninggalkanku. gemanya bergetar perlahan menyelinap ke pembuluh-pembuluh yang paling ufuk dalam tubuhku

Kencang memang berlarinya waktu
Dan tentang diapun sudah mengabur
Aku pulih dengan cepat

Kudapat Hari-hari baru
Ini rasa baru
Ah, apa iya aku menaruh hati pada yang baru?

Pemuda berdarah keras
Tersenyum memetik gitar dihadapanku
Memantik hara
Menebar asa

Persetan, seolah dia tahu apa yang aku suka.
Suara paraunya ikuti nada
Berlagu menuntun irama
Dan dia berteriak
"Welcome to my live"

Minggu, 26 April 2015

September Belum Penuh

I

Jangan anggap aku tak tau
Aku diam bukan berarti aku tak mengerti
Salah satu caraku menghargaimu adalah dengan "Diam"

Jangan anggap semuanya berakhir
Asal kau tahu ini adalah awal
Ketika kau dan aku berbeda sudut pandang.
memang kita tak pernah sepaham

Masih ingatkah kau dengan September? iya akhir september 2013? Kita dipertemukan di bulan itu, dimana  bulan masih tetap satu di tengah langit malam.

Bisa kah kau tinggal disini sesaat?menunggu september penuh disampingku.
Aku tau kau sedang memikirkan sebuah akhir. akhir yang berarti usai. usai karena meninggalkan. Aku tau dan lagi-lagi aku diam.

Salah ketika kita saling diam. dan kau pergi terdahulu sebelum September Penuh
----------------------
II

Jarum jam berdenting dipacu detik. Pertanda september akan melambai lagi, Pertanda setahun kita akan penuh. september 2014 akan datang!

Aku baru saja akan memulai, membuka sedikit demi sedikit celah yang terkatup. celah yang akan menjadi jalan. Jalan untuk kau lewati dan akan kau temukan tempat persinggahan diujungnya

Tapi kau tak sabaran rupanya,
Kau lebih memilih untuk berbalik. tanpa sempat menemukan jalan menuju tempat persinggahan
Kau menanggalkan asaku dan aku kecewa
tak apa, aku telah terbiasa dengan kecewa dia kawanku yang paling setia.
-----------------------
III

Walaupun indera kita tak saling peka
Tapi hati kita menyambar nyambar
berbicara sekenanya dan meluap luap seakan tumpah

Aku tak tau rasa
Kau tak tau rasa
Dan kita tak merasa

Bagaimana cara menjelaskannya
Bahwa yang kau anggap akhir itu adalah awalku. Bagaimana cara menjelaskannya
Ketika asamu patah terdahulu?


Kamis, 16 Oktober 2014

MENGULAS SENYUM

Sedari tadi aku memperhatikanmu bang
Tak henti-hentinya kau bakar cerutu hingga menjadi abu, 5 batang sudah
Asap-asap mengepul dari mulutmu
Ruangan ini pengap jadinya
Hanya saja aku tak berani menegurmu bang
Bila saja kerongkonganmu itu bersuara.
Sudah pasti dia memekik "Hentikan! aku sudah tak sanggup membiarkan ragaku menjadi jalur keluar masuk asap kotor itu"

Kamis, 26 Juni 2014

Perindu Keramaian



Sepi itu menyenangkan pada awalnya
Sendiri itu mengasyikkan pada mulanya
Tapi kini tiba rasa yang paling memuakkan
Muak akan sepi dan muak akan sendiri

Merasa bebas tanpa ada yang menggerutu
Pada keramaian kini aku merindu
Haruskah aku ambil sebatang cerutu?
Kepulan-kepulan asap yang akan jadi penolongku?

Ah, sepi itu menyenangkan tapi membosankan
Sendiri itu mengasyikkan tap menyebalkan

24 june 2014
bunga merak-Malang

Selasa, 24 Juni 2014

Pelagu Kamar Mandi


Creative booklet - Biogenie
 
Byar... byur... Tralala
Byur... byar... Trilili
Lilila... Lilala...

Guyuran air merayapi tubuhnya
Kesegaran langsung mengulitinya tanpa ragu
Daki-dakinya akan terkoyak

Permainan Boneka Jenglot






Aku ratapi tiap-tiap sudut kamar
Kamar yang hanya berukuran 4 x 3 meter
Sempit memang, tapi disinilah kehidupanku
Mataku terhenti pada boneka kayu yang tergantung
Boneka kayu berwarna hitam  berambut gondrong
Boneka “Jenglot” ini mengalihkan perhatianku lebih lama
Si Jenglot yang mengaku “Ladies” ternyata.

Jumat, 06 Juni 2014

GOING TO THE MOUNTAINS

why am I go to the mountain? (doc.pribadi, no edit)
Anakku
Tak seorang pun akan menolongmu di dunia ini.
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah.
Hanya itu yang akan dapat membuatmu perkasa.

Anakku...
Ketahuilah bahwa tak seorangpun di dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati...
Tidak juga ayahmu, ibumu, bahkan saudara-saudaramu.
Tanganmu adalah sahabatmu...
Kakimu adalah sahabatmu...
Rambutmu adalah sahabatmu...
Pandanganmu adalah sahabatmu...
Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka, kau hanya perlu merasa berani berada tepat di depan wajahnya

Kau harus siap bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang.
Saat itu kau harus percayalah bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah.
Suatu kali pula kau akan berada di tengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki
Kita tak pernah tau, bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi, alam akan mendengar mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.

Oleh karena itu, aku berkata padamu....

"Pilihlah jalan terjal mendaki itu, tapi bukan jalan yang nyaman ini..."

("Petuah Seorang Indian kepada Anaknya" kutipan dari "Going to The Mountain")