Aku bercerita pada malam beserta peluh yang menetas menjadi embun
Aku berkabar pada jangkrik, dengan gema sunyi ia menjawab
Aku mengadu pada angin dan pelukan dinginnya menyambutku
Pada mereka aku ceritakan tentang kekasih
Kekasihku yang lama tak terdengar kabarnya
dengan angkuh dan congkak kuperkenalkan namanya.
Cahaya!
Aku ceritakan betapa terangnya kekasihku itu
Betapa menyilaukan dia di segala suasana
Betapa hangatnya dia hingga dapat meredam semua gemetarku
Malam, jangkrik dan angin tertawa riuh memahami kisahku
Tiba-tiba, dari belakang ada yang memukul kepalaku keras keras
Dia adalah waktu, Aku belum begitu mengenalnya tapi dia berani menghajarku
Harusnya aku membentaknya. Hey waktu, apa yang kau lakukan padaku?. Tapi kenyataannya aku lupa dan tak sadar
Selasa, 07 Juni 2016
Senin, 06 Juni 2016
Jalang!
Sebut saja aku jalang!
Telah ku buat kau merintih dan menikmati kesakitan
Kuperkosa waktumu dengan bayang-bayang
Tiap detiknya
Tiap menitnya
Tiap Jamnya
Tiap harinya
Tiap minggunya
Tiap bulannya
Entah, apa akan jadi tiap tahunnya?
Sebut saja aku si jalang
Karena takkan ada ampun untuk kau beristirahat
Layanilah bayang-bayang itu
Tak peduli bayang itu semu
Sebut saja aku si jalang! Teriakku tak terkendali
Kau bukan jalang tapi rindu yang tak tau kemana akan berpulang. Bisikmu hangat
Telah ku buat kau merintih dan menikmati kesakitan
Kuperkosa waktumu dengan bayang-bayang
Tiap detiknya
Tiap menitnya
Tiap Jamnya
Tiap harinya
Tiap minggunya
Tiap bulannya
Entah, apa akan jadi tiap tahunnya?
Sebut saja aku si jalang
Karena takkan ada ampun untuk kau beristirahat
Layanilah bayang-bayang itu
Tak peduli bayang itu semu
Sebut saja aku si jalang! Teriakku tak terkendali
Kau bukan jalang tapi rindu yang tak tau kemana akan berpulang. Bisikmu hangat
Rabu, 01 Juni 2016
LENTERA
Lihatlah matahari lentera kekal itu seolah karam dilautan paling dalam. Apa kau pikir dia benar benar karam? Tidak, dia hanya sedang menyandarkan lelahnya pada sang malam. Malam datang dengan sangat tenang, bersenandung sunyi untuk melelapkan mentari. Pekat dan gelap jadi selimut terhangat.
Jika kau melihat bulan di langit malam ini. Itu tak lain sinar bayangan dari dalam selimut gelap yang mendekap mentari bulat bulat.
Selamat menyandarkan lelah Tuan!
Jumat, 29 April 2016
?
Nikmatilah saja kegundahan ini segala denyutnya yang merobek sepi kelesuan ini jangan lekas pergi.. aku menyelami sampai lelah hati -MELANKOLIA ERK, lirik ini mengalun sendu lalu..
Riri said, "syukurilah kesunyian ini, biasanya yang dalam itu diam bukan beriak, paham?"
Riri said, "syukurilah kesunyian ini, biasanya yang dalam itu diam bukan beriak, paham?"
Rabu, 23 Maret 2016
Sedikit Kutipan
Hai Jarum Jam
Ajari aku melihat waktu
Sebagai bukti ketepatan
Dan bukan
Sebagai alasan keterlambatan
: walaupun sempit
: walaupun sedikit
Dengan waktu jadikan aku sadar
Bahwa hidup hanya sebentar
(Diburu waktu- Nugroho Suksmanto)
Ajari aku melihat waktu
Sebagai bukti ketepatan
Dan bukan
Sebagai alasan keterlambatan
: walaupun sempit
: walaupun sedikit
Dengan waktu jadikan aku sadar
Bahwa hidup hanya sebentar
(Diburu waktu- Nugroho Suksmanto)
| Aku telah mencuri jarumnya! (riri) |
SEDERHANA SAJA (Dialog Gus Dur)
Ini dialog Gus Dur dengan mughni yang saya baca dari blog seberang dengan berjudul Gus Dur dan Mata Allah dan bagian yang saya suka sudah saya warnai dengan warna merah, Selamat membaca juga...
Selasa, 08 Maret 2016
Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti (Banda Neira)
Tangis di hatiku lebih banyak ketimbang tangis dari mataku, iringi malamku dengan cerita tentangmu atau dengarkan cerita hatiku lewat lagu ini. Selamat malam dan selamat menikmati kau yang kurindukan...
Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku Panas dan menyengat Rebah dan berkarat Yang yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Di mana ada musim yang menunggu? Meranggas merapuh Berganti dan luruh Bayang yang berserah Terang di ujung sana Yang yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Langganan:
Postingan (Atom)