Banyak sekali permasalahan ekonomi di Indonesia, mulai dari kemiskinan, pengangguran, adanya ketidakrataan pendapatan terjadinya inflasi hingga ketergantungannya Indonesia dengan Negara lain. Jika dilihat perekonomian Indonesia sudah tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Permasalahan yang ada bisa jadi merupakan dampak dari globalisasi. Globalisasi biasanya diartikan dengan suatu proses dan perkembangan. Untuk globalisasi yang terjadi dalam perekonomian yaitu suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 November 2015
Globalisasi Membawa Liberalisasi Ekonomi ke Indonesia
Banyak sekali permasalahan ekonomi di Indonesia, mulai dari kemiskinan, pengangguran, adanya ketidakrataan pendapatan terjadinya inflasi hingga ketergantungannya Indonesia dengan Negara lain. Jika dilihat perekonomian Indonesia sudah tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Permasalahan yang ada bisa jadi merupakan dampak dari globalisasi. Globalisasi biasanya diartikan dengan suatu proses dan perkembangan. Untuk globalisasi yang terjadi dalam perekonomian yaitu suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Buruh Migran dan Masalahnya PJTKI
Kekerasan yang
Terjadi Pada Tenaga Kerja Wanita di Arab
1. Tenaga Kerja
Wanita dan Budaya Patriarki Negara Arab
Besarnya jumlah tenaga kerja wanita
(TKW) Indonesia yang dikirim tiap bulannya ke Negara Arab kerap menimbulkan
berbagai permasalahan. Berita kekerasan terhadap tenaga kerja wanita di Negara
Arab sudah tidak asing di dengar. Bentuk kekerasan yang dialami oleh TKW Indonesia yaitu gaji tidak dibayar,
penyiksaan fisik, abuse (penyalah
gunaan), sex harassment (pelecehan
seksual), penyekapan, perkosaan dan dalam beberapa kasus terjadi pembunuhan.
Kasus kekerasan yang dihadapi oleh TKW Indonesia ini di latar belakangi oleh
beberapa factor, Salah satunya faktor Budaya. Negara arab sangat dikenal dengan
budaya patriarkinya. Banyak literature yang mengatakan bahwa di Negara Arab
dominasi kaum pria sangatlah kuat dibandingkan kaum wanita. Minimnya akses kaum
wanita dalam berpendapat juga pembagian sector dimana wanita disektor domestic
dan pria berada dalam sector public Golley (2004) dalam Muanah mengatakan
bahwasanya para feminis barat menekankan bahwa perempuan arab hidup dengan
kondisi dan ranah yang berbeda dari mereka sehingga perempuan tidak dapat
mengembangkan jenis emansipasi apapun. Secara umum sensitifitas gender dan
diskriminasi antara laki-laki dan perempuan masih menjadi isu yang paling kuat
di wilayah Negara arab yang sangat patriarki. Akita (2010) dalam Muanah
menjelaskan bahwa patriarki didefinisikan sebagai kekuasaan oleh ayah. Lebih
lanjut akita mengungkapkan bahwa
patriarki adalah kondisi dimana laki-laki menjadi yang dominan dalam berbagai
posisi dan ranah seperti dalam ranah politik, ekonomi, hokum, agama,
pendidikan, militer serta ruang public lain yang hampir semuanya ditujukan
untuk laki-laki. Patriarki di Negara arab juga ditujukan dengan nama ayah yang
diturunkan kepada sang anak.
Melihat budaya patriarki di arab
yang sangat kuat. Menjadikan para tenaga kerja wanita yang berasal dari
Indonesia mengalami kerentanan. Untuk perempuan arab asli saja mengalami
pembatasan dalam bergerak dan bersuara. Tentu saja yang dialami oleh tenaga
kerja wanita dari Indonesia akan lebih parah. Mereka yang biasanya mayoritas
bekerja di sector domestic yaitu sebagai pembantu rumah tangga akan lebih
berisiko dan rentan terhadap kekerasan. Tenaga Kerja Wanita yang berasal dari
Indonesia yang bekerja di tanah arab akan mengalami shock culture. Walaupun Negara Indonesia juga termasuk negara yang
memiliki sejarah patriarki, di Indonesia sudah mengalami emansipasi wanita dan
mengakui kesetaraan gender. Berbeda dengan negara arab yang masih menganggap
bahwa laki-laki adalah pihak dominan dan berlaku sebagai penguasa.
Melihat kasus kekerasan yang
dialami oleh TKW Indonesia menggunakan analisa teori resiko yang dikemukakan
oleh Anthony Giddens. Anthony Giddens mengatakan. “modernitas adalah kultur
risiko. Ini bukan berarti bahwa kehidupan sosial kini lebih berbahaya daripada
dahulu ; bagi kebanyakan orang itu bukan masalah. Konsep risiko menjadi masalah
mendasar baik dalam cara menempatkan aktor biasa maupun aktor yang berkemampuan
spesialis-teknis dalam organisasi kehidupan sosial. Modernitas mengurangi
risiko menyeluruh bidang dan gaya hidup tertentu, tetapi pada waktu
bersamaan memperkenalkan parameter risiko baru yang sebagian besar atau
seluruhnya tidak dikenal di era sebelumnya” (Giddens, 1991 : 3-4, dalam Ritzer
dan Goodman, 2003 : 561 ).
Negara arab yang biasanya dikenal
dengan negara Islam memiliki ajaran bahwa orang yang bukan muhrim dilarang
untuk tinggal dalam satu rumah. Sesuai dengan perkembangan waktu dan jaman
dimana modernisasi berkembang ajaran itu kini kian memudar. Dimana tenaga kerja
wanita (TKW) sekarang bisa tinggal di tengah-tengah keluarga orang arab,
walaupun ada mereka yang berlawan jenis dan bukan mukhrim. Sesuai dengan
pernyataan Giddens diatas yaitu . Modernitas mengurangi risiko menyeluruh
bidang dan gaya hidup tertentu, tetapi pada waktu bersamaan
memperkenalkan parameter risiko baru yang sebagian besar atau seluruhnya tidak
dikenal di era sebelumnya. Seperti contoh Tenaga Kerja Wanita yang tinggal di
rumah majikannya kerap merasa tertekan karena pembatasan hak-hak, juga
mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh majikan lelaki belum lagi
kekerasan yang dilakukan oleh istri majikan yang merasa cemburu kepada TKW.
Karena budaya patriarki di negara arab begitu dominan jadi istri hanya dapat
melampiaskan kemarahannya pada korban.
Seperti yang diberitakan dalam
okezone.com Perlakuan buruk kembali dialami seorang tenaga kerja wanita (TKW)
asal Kab Sukabumi. Selama 10 bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di
Arab Saudi, Oy, warga Kampung Pajagan, Desa Cikembang, Kec Caringin,
diperlakukan tidak senonoh majikannya. Wanita berusia 30 tahun itu menjadi
korban pelecehan seksual. Akibat itu pula, Oy menjadi pelampiasan emosi
pasangan majikannya yang terbakar cemburu.
2. Kurangnya Tanggung Jawab Pihak Penyalur Tenaga Kerja Wanita
Permasalahan yang dialami TKW
Indonesia di Negara Arab juga dikarenakan factor dari dalam negeri salah
satunya proses pengiriman dan penempatan. Adanya syarat-syarat dan
dokumen-dokumen yang harus di penuhi oleh Penyalur Jasa TKI (PJTKI)
mengakibatkan munculnya PJTKI nakal yang
mengirim TKW illegal atau tidak resmi. Biasanya yang dikirim oleh jasa penyalur
nakal adalah TKW yang tidak mempunyai skill atau keahlian khusus. TKI yang
bekerja di luar negeri dapat dikelompokan menjadi TKI legal dan TKI ilegal, TKI
legal adalah tenaga kerja Indonesia yang hendak mencari pekerjaan di luar
negeri dengan mengikuti prosedur dan aturan serta mekanisme secara hukum yang
harus ditempuh untuk mendapatkan izin bekerja di luar negeri, para pekerja juga
disertai dengan surat-surat resmi yang menyatakan izin bekerja di luar negeri.
TKI legal akan mendapatkan perlindungan hukum, baik itu dari pemerintah
Indonesia maupun dari pemerintah negara penerima. Oleh karena itu para TKI ini
juga harus melengkapi persyaratan legal yang diajukan oleh pihak imigrasi
negara penerima.
TKI legal selanjutnya akan terdaftar di instansi
pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan, dan
terdaftar di instansi terkait sebagai tenaga kerja asing di negara penerima.
Para TKI legal juga memiliki perjanjian kerja, yaitu perjanjian antara pekerja
dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan
kewajiban pihak terkait, berdasarkan asas terbuka, bebas, objektif, serta adil
dan setara tanpa deskriminasi, penempatan TKI legal diarahkan untuk menempatkan
tenaga kerja pada jabatan yang sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat,
minat dan perlindungan hukum. TKI illegal adalah tenaga kerja indonesia
yang bekerja di luar negeri namun tidak memiliki izin resmi untuk bekerja di
tempat tersebut, para TKI ini tidak mengikuti prosedur dan mekanisme hukum yang
ada di indonesia dan Negara penerima. Empat kategori pekerja asing dianggap
ilegal:
- Mereka yang bekerja di luar masa resmi mereka tinggal
- Mereka yang bekerja di luar ruang lingkup aktivitas diizinkan untuk status mereka
- Mereka yang bekerja tanpa status kependudukan yang izin kerja atau tanpa izin
- Orang-orang yang memasuki negara itu secara tidak sah untuk tujuan terlibat dalam kegiatan yang menghasilkan pendapatan atau bisnis
Selain itu juga
memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah adanya TKW-TKW ilegal serta
tindak-tindak pelecehan terhadap calon TKW yang biasa terjadi di tempat
penampungan. Banyaknya kasus pelacuran yang terjadi pada calon TKW adalah
karena mereka tidak disalurkan sebagaimana mestinya oleh PJTKI liar. Oleh
karena itu, PJTKI harus benar-benar melakukan prosedur resmi pemberangkatan
TKW, meliputi :
1.
Melaksanakan proses pra
pemberangkatan dan penempatan TKW sesuai prosedur dan mekanisme yang
telah digariskan oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan, yaitu antara lain:
Pengurusan surat ijin pengerahan, Perekrutan dan seleksi, Pendidikan dan
pelatihan kerja, Pemeriksaan kesehatan dan psikologi, Pengurusan dokumen, Uji
Kompetensi, Pembekalan akhir pemberangkatan hingga Pemberangkatan
2.
Melakukan kerjasama dengan NGO
dalam memberikan penyuluhan, sosialisasi dan perlindungan terhadap TKW.
Giddens
membedakan risiko lingkungan pra modern (tradisional) dan modern. Menurutnya
risiko kebudayaan tradisional didominasi oleh bahaya dunia fisik, sementara
risiko lingkungan modern distrukturasi terutama oleh risiko yang ditimbulkan
manusia (Giddens, 1990 : 106 ; 101, dalam Kuper dan Kuper,2000 : 933).
Selain itu, Giddens juga berpendapat bahwa “risiko bukan semata-mata
tindakan individu. Ada risiko lingkungan yang secara kolektif
mempengaruhi massa individu yang besar” (Giddens, 1990 : 35, dalam Kuper dan
Kuper, 2000 : 933 ). Sesuai dengan pernyataan Gidden diatas, Tenaga Kerja
rentan mengalami kekerasan adalah TKW yang diberangkatkan secara illegal/tidak
resmi dan biasanya tidak memiliki skill. Risiko yang secara kolektif
mempengaruhi masa individu yang besar adalah birokrasi atau kebijakan yang
mengatur pemberangkatan tenaga kerja hingga kepada mereka yang menjadi penyalur
(PJTKI). Jadi jika PJTKI melakukan prosedural pemberangkatan TKW secara benar.
Maka dapat meminimalisir dampak-dampak dan Kekerasan yang dialami oleh TKW.
Juga pihak negara dengan mudah mengakses dan memberikan perlindungan kepada TKW
yang berada di Arab
DAFTAR PUSTAKA
Maunah. 2012 Rekontruksi Perempuan Arab dalam Novel Remaja Faten.
Jakarta: Disertasi UI.
Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2005. Teori
Sosiologi Modern. Jakarta : Kencana
Kuper, Adam dan Jessica Kuper. 2000. Ensiklopedi Ilmu-Ilmu
Sosial : Edisi Kedua. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Online : http://news.okezone.com/read/2007/11/26/1/63844/lagi-tkw-jadi-korban-pelecehan-seksual-di-arab-saudi
diakses 18 januari 2015
Senin, 28 Oktober 2013
GIZI MENULIS - Rainer Maria Rilke
Kalian ingin menjadi penulis, hidup dengan menulis, Tulisan adalah segalanya? atau pokoknya ingin menuliss!!
baca deh ini , mudah-mudahan kalian menemukan jati diri kalian dalam tulisan, semoga tulisan ini membantu kalian untuk menjadi penulis penulis hebat :)

Kamis, 17 Oktober 2013
Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi
September 12, 2013
Share dari tulisan salah seorang ikhwan di Kaskus….
Baca sampai akhir gan, bikin merinding
Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.
Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !
Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar !
Jadi kalau lagi chatting sambil
ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk ngomentarin status-status teman,
lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar….
Plise………. STOP dulu !!!
Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ???
Kita Mulai !!!
Kamis, 10 Oktober 2013
TEORI-TEORI EMILE DURKHEIM (Durkheim Berteori)
Emile Durkheim lahir di
Epinal, provinsi Lorraine, Perancis Timur pada 15 April 1858. Durkheim boleh disebut sebagai sosiologi
Perancis pertama yang sepanjang hidupnya menempuh jenjang ilmu sosiologi yang
paling akademis. Dialah yang juga memperbaiki metode berfikir sosiologis yang
tidak hanya berdasarkan pemikiran-pemikiran logika filosofis tetapi sosiologi
akan menjadi ilmu pengetahuan yang benar katanya apabila mengangkat gejala
sosial sebagai fakta-fakta yang dapat diobservasi.
Selasa, 08 Oktober 2013
Dalam Media Perempuan Dieksploitasi atau Tereksploitasi?
Jika
kita berbicara tentang gender pasti selalu dikaitkan dengan suatu kesetaraan,
dimana ada tuntutan peran wanita dan pria itu setara. Melihat kenyataan pada
saat ini Feminisme sudah mendapat tempat di tengah masyarakat, munculnya
aktivis-aktivis bagi kaum perempuan sudah menunjukkan bahwa banyak yang peduli
akan kesetaraan gender tersebut. Tetapi jika dilihat pada realitas yang ada,
masih banyak kejadian-kejadian atau fenomena yang menunjukkan tentang
diskrimasi ataupun
Selasa, 01 Oktober 2013
Fenomena adalah (Lebih dari 500 kata untuk FENOMENA)
Lebih dari
500 kata untuk FENOMENA
Ketika saya di tunjuk untuk mendefinisikan apa itu
fenomena saya menjawab fenomena itu adalah “ gejala yang terjadi ”. Tapi sayang,
dosen saya “Pak Wayan” mengatakan definisi saya kurang
Sabtu, 08 Desember 2012
Globalisasi
1.
Pengertian
Globalisasi
Globalisasi
adalah suatu keadaan yang mendunia dimana hubungan sosial dan saling
ketergantungan antar negara dan antar manusia semakin besar, batas-batas
kedaulatan suatu negara dan bangsa menjadi kabur serta keputusan atau kegiatan dibelahan
dunia yang satu dapat mempengaruhi keputusan belahan dunia yang lain.
Selasa, 06 November 2012
PKM-K (Kewirausahaan)
Sebagian
mahasiswa baru di PTN hingga PTS diwajibkan untuk berpartisipasi dalam PKM
yaitu Program Kreatif Mahasiswa, berikut contoh PKM-K
PROGRAM KREATIF MAHASISWA
(PKM K)
Minggu, 21 Oktober 2012
kelelahan otak (atau mungkin DEJA)
(10 Fenomena Aneh yang Terjadi Dalam Pikiran Manusia)
1. Deja vu
Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya – anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya.
Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman “yang sebelumnya” ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadangkadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.
2. Deja Vecu
Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam detil yang besar – seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian.
Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi – tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya – tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.
3. Deja Visite
Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu.
Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya “Our Old Home” di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.
4. Deja Senti
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.
5. Jamais Vu
Jamais vu (tidak pernah melihat), digambarkan sebagai sebuah situasi yang sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut.
jamais vu di definisikan sebagai pengalaman yang sering terjadi tetapi serasa baru pertala mengalaminya. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya, anda mendadak tidak dapat mengenal orang, kata-kata, atau tempat yang sebelumnya kita tahu. Jamais vu sering terjadi pada penderita epilepsy lobus temporalis atau pada penderita amnesia/gangguan fungsi memory. Jamais vu didiagnosis karena kelelahan otak
6. Presque Vu
Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, “serasa sudah di ujung lidah” – merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah “presque vu” artinya “hampir melihat”. Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang susah tidur dibuatnya.
7. L esprit de l Escalier
L’esprit de l’escalier adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambat dan tidak berguna lagi.
Sebuah kata dari bahasa Jerman treppenwitz digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah “being wise after the event atau menjadi bijaksana setelah kejadian.
Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang yang sabar dan menahan diri.
8. Capgras Delusion
Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka.
Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.
Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka.
Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.
9. Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri secara cepat selama penampilannya aktingnya.
Laporan pertama di 1927 dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini “mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya .
10. Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998 dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul “The man who mistook his wife for a hat atau orang yang keliru akan istrinya karena topinya.”
Kita mempunyai beberapa pengalaman akan perasaan, yang datang kepada kita beberapa saat, dari apa yang kita katakan, dilakukan setelah dikatakan atau dilakukan sebelumnya, di suatu waktu yang lampau – dari hal-hal di sekeliling kita, berupa masa lalu, dengan wajah-wajah sama, benda-benda, dan keadaan – dari pengetahuan kita yang sempurna akan apa yang akan dikatakan nanti, seolah-olah kita tiba-tiba mengingatnya! – Charles Dickens
Langganan:
Postingan (Atom)