Selasa, 29 Oktober 2013

Jawaban dari Diri Ini dan Kamu



Aku hanya bisa tertawa renyah ketika kau katakana semua itu. Kau bilang kau bukan manuskrip kuno yang harus aku terjemahkan para lakonnya. Kau bilang kau adalah titik. Kau bilang kau adalah tempat aku menghentikan kalimat. Kau pertanda satu akhir? Benarkah?


Kau menyuruhku tenang, karena kau bukan sebuah bayang tapi kau nyata adanya bahkan dalam mimpiku yang paling delusionalpun. Kau menyuruhku untuk menghentikan pencarianku.  Benar-benar tak kau biarkan aku menemukanmu.



Tak adil memang. Kau bilang kau takkan kemana-mana, kau bilang duniamu ada padaku. Kau ada di semua sekat dan organ di ragaku? Dimana? aku belum menemukannya. Kau suruh aku menikmati semua ini, menikmati kebingunganku? Dan sekali lagi kau bilang bahwa kau nyata adanya. Jujur, sampai detik ini aku belum temukan itu. Kau menyuruhku diam? Kau menyuruhku mencintaimu dalam diam? Apa itu benar?. Apakah kau beranggapan aku masa depanmu? Kenapa kau belum juga menjemputku? Kau menyuruhku tenang? Kau menyuruhku diam? Dimana kau?
ini masalah apa? masalahku? atau juga masalahmu? ataukah ini masalah waktu?
 

Baiklah, aku takkan banyak tanya sekarang, tapi jangan salahkan aku jikalau suatu saat nanti kau menjemputku, dan kau tidak mendapatiku.
Dan biarkan hening---

RiriPR
29/10/2013
fisip b lantai 3
ckckck, nyoba ngebales karyanya si om "Diri ini, dan Kamu"

2 komentar:

  1. Sudah, bersabar saja. Biar waktu yang akan membawa kabar baik di ujung penantian itu. Segalanya pasti memiliki keindahan di akhir kesabaran. *a lah kecek paja ko ko ha. manggarasau se di blog urang.haha -_-

    BalasHapus

KALAU MAU KOMEN YANG BAIK YA SAY ^____^