Kamis, 11 Juni 2020

Semestinya

06.06.2020 Hari itu berjalan sesuai rencana
Tak ada undangan, tak ada keramaian, tak ada pesta pora.
Hanya ada keluargaku dan keluarganya.
SAH!!
Kata yang tak menjadi haru. Tanpa tangis, tanpa tekanan aku telah memilih hidup dengannya. Aku sudah menjadi istrinya seperti mauku juga maumu


Aku senang! Ya itu saja...

Purwa Madya Wasana berarti awal - tengah - akhir bukan hanya sekedar fase penciptaan, bagiku makna filosofisnya sangat dalam, ya kau lebih jago mendeskripsikannya dan merangkai kata.
Banyak makna tersirat disana.
Bagiku.. Apa yang sudah kau mulai maka selesaikan!
Dia yang sudah kau pilih maka temanilah hingga akhir hayat.


Aku cantik seperti biasa dan kau tahu itu!
Namun rasanya berbeda, aku ingin membagi cantikku untuk kau pembaca setiaku.

06.06.2020 Di hari itu aku benar benar jatuh dalam peluknya, hari dimana malam pertama dan malam malam berikutnya akan kuhabiskan bersamanya.
Tanggalnya cantik bukan? Yaps ideal utk pesta perayaan.
Perayaan bagi kita yang berhasil dalam perburuan hidup.

Semesta sudah berjalan semestinya. Selamat malam

Senin, 24 Februari 2020

TAK APA

KITA SAMA SAMA BAHAGIA

Bukan apa-apa, Siapa tau dia baca



Kita ini adalah binatang yang lain
kita selalu ingin menggelandang dalam perburuan hidup yang sesungguhnya
begitu kata Landu

Kamu tau bagaimana akhir ceritanya?
masing masing dari kita terbunuh
lalu kita bereinkarnasi

SELAMAT BERBAHAGIA


HAI !

APA KABAR??

AKU MASIH PUNYA KEBIASAAN ITU
MEMBUKA LEMBARAN USANG MILIKMU,
PENUH DEBU
JUGA BERAYAP, MENGGEROGOTI TULISAN-TULISAN MANIS UNTUKKU
TIDAK ADA LAGI TENTANGKU

BUKU BARU MEMANG LEBIH MENYENANGKAN
TAK APA...


AKU MASIH PUNYA KEBIASAAN ITU!
MEMANG TIDAK SETIAP HARI
SEPERTI KALA ITU
TIAP MALAM
TIAP HARI
LUPA WAKTU

WALAU SESEKALI  SAJA..
TERLINTAS TENTANGMU
AKU TETAP BERKUNJUNG



Sabtu, 09 Maret 2019

Untuk Waktu


Terimakasih sudah berjalan maju sesuai aturanmu
Terima kasih telah menghiraukan, mengabaikan dan mengacuhkan suasana hati kami
Terimakasih untuk tetap berlalu saja tanpa pedulikan keadaan kami manusia
Terimakasih sudah meredam semua gejolak
Terimakasih sudah mengheningkan hati yang meletup letup
Terimakasih untuk tidak berjalan mundur
Karena, biarkan ingatan saja yang mundur mecari kenangannya
Terimakasih waktu

Minggu, 03 Maret 2019

peLUKAn

Kenapa ada luka dalam pelukan
Kenapa ada kata luka dalam pe"luka"n?
Yaps aku benci luka. Aku ingin pelukmu!

Aku takut terluka
Namun dengan kepalaku yang batu, aku lebih memilih untuk melukai daripada harus aku yg terluka. Egois memang
Tapi mengapa ketika melihatmu terluka akulah yang paling luka?

Aku terluka sebelum memelukmu erat
Aku tak pernah bisa memelukmu.
Jikalau mungkin peluk kita bertemu, pasti akan banyak hati yang tersakiti.
Aku tak akan pernah bisa memeluk cahayaku, walau pendar kecilnya sekilas mengejutkanku.
Asal kamu tahu! Aku masih punya rindu
Rindu yang tak pernah menemukan pemiliknya

Selamat atas kabar bahagiamu


This present for you:

https://youtu.be/0QsjfBhvBNY


Minggu, 19 November 2017

Teori Bourdieu (memahami teori Bourdieu dengan sederhana)

Bourdieu

Gagasan dan pemikiran Bourdieu di pengaruhi oleh beberapa tokoh yaitu  Ludwig Wittgenstein, Maurice Marleau-Ponty, Edmund Husserl, Georges Canguilhem, Karl Marx, Gaston Bachelard, Max Weber, Emile Durkheim, dan Norbert Elias.
Dari Max Weber, ia memperoleh kesadaran tentang pentingnya dominasi dan sistem simbolik dalam kehidupan sosial, serta gagasan tatanan sosial yang akhirnya akan ditransformasikan oleh Bourdieu ke dalam teori ranah-ranah (fields). Dari Karl Marx, ia memperoleh antara lain pemahaman tentang masyarakat‖ sebagai penjumlahan hubungan-hubungan social. yang eksis dalam dunia sosial adalah hubungan-hubungan bukan interaksi antara agen-agen, atau ikatan intersubyektif antara individu-individu, namun hubungan-hubungan obyektif yang eksis secara independen dari kesadaran dan kehendak individual.‖ Hubungan-hubungan itu berlandaskan pada bentuk dan kondisi-kondisi produksi ekonomi, dan kebutuhan untuk secara dialektis mengembangkan teori sosial dari praktik sosial.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Berbahagialah atas usahamu sendiri nduk!


Menggembala Rindu

Diantara canda ada candu
Diantara kita ada rindu
Lalu bolehkah aku tanya mengapa
Mengapa kau paksa aku beternak rindu?
Tapi tidak kau ajarkan cara menggembalanya


Konsep cantik Mahabarata (review buku perempuan perempuan Mahabaratha)

Seperti biasa saya akan bercerita sedikit, tentang buku yg saya kira menarik. Yah lagi2 berbicara tentang gender "Perempuan Perempuan Mahabarata"

Menetap


Tenggelamkan aku sedalam dalamnya
Biarkan larut dan menyatu dengan laut
Saksikan aku yang menguap dan melayang melayang

Hambar


Ketika kecewa tertabur disetiap detik
Yang tiap detaknya relungku berderit menahan pahit
Apalah arti bahagia jika masih mengorbankan perasaan orang lain
Jika kamu benar benar tak tahu bagaimana cara menyenangkan orang lain, setidaknya jangan pernah buat menangis

Sepanjang malam aku dijejal kemarahan yang sudah hambar
Menelannya bulat bulat lalu tersedak
Ingin memuntahkan menjadi makian tapi selalu tercekat di pangkal lidah
Wajahku membiru tubuhku kaku
Aku nyaris berhenti bernafas
Tapi aku percaya bahwa kau itu masihlah nafasku
Lalu aku tak jadi mati.
Kembali terulang dan terulang kembali, begitulah siklusnya

Senin, 07 Agustus 2017

Petrikor

Hasil gambar untuk rain
Selepas hujan mereda
Sakit berkepanjangan  mendera
mendadak pilu dan menekan nekan dada
Bau tanah yang menguap ke udara
Menusuk hidung lalu melonjak ke kepala

Kamis, 03 Agustus 2017

Sebait Tujuan

Ketika dunia bercerita
Aku akan menjadi pendengar yang baik
Supaya nanti ketika aku menangis
Dunia memilih memelukku

Kekacauan yang bagimu Prestasi?

Telah lahir para pemuda cerdas nan kritis.
disudut-sudut tembok perkuliahan
di setiap lorong-lorong kampus yang terpasang wi-fi.
melahap buku-buku tebal tiap harinya
sering mencuat ide-ide kreatif
menampung suara-suara yang berkeliaran di sekelilingnya
menjadikan bait-bait panas yang menggelora

Pemuda-pemuda di masa liberalis
Menuntut kebebasan katanya...
apa-apa saja yang kau tuntut?
wahai pemuda jagoan
apa kalian bangga bisa  mengobrak-abrik sistem?
menerobos jeruji besi maksud kalian?

Apa kau bangga bisa masuk ke dalam  kelas perkuliahan memakai sarung?
Apa kau bangga bisa masuk Perpustakaan tanpa alas kaki? atau bahkan menggunakan sandal japit yang biasa kau pakai ke kakus?
ah yang benar saja..

kau tak perlu menjawabnya, wahai pemuda
tak perlu lagi memberikan pembelaan
"sistempun yang membuat adalah masyarakat, masyarakatpun yang membentuk adalah individu" begitu dalihmu...

cobalah berfikir cerdas, menempatkan sesuatu pada tempatnya
jika kau masih melawan,
kenapa tidak kau lakukan saja, makan siang diatas closed dalam kakus?

Kini pengajar-pengajar tua nan kolot sudah kalian anggap masuk liang tanah.
Sorak sorai menggelora kalian sangat terdengar nak.
Sekarang pengajar-pengajar muda berjalan beriringan dengan kalian.
Seakan mengamini kekacauan yang kalian buat
Kekacauan yang bagi kalian adalah sebuah prestasi

Banggakah kamu Nak?

suara aneh yang bertanya pada tahun 2013

Cemara Air Mata

Aku tidak sedang menari diantara cemara
Aku akan melangkah disekeliling pinus
Aku tidak sedang berlari dengan air mata
Aku akan melangkah menggiring tulus
23/9/15

Sebuah Angan

Aku harus membicarakannya walaupun kau terlihat tak suka.
Kelak jika kau hidup denganku maukah kau tinggal di desa?
Ku dengar kehidupan di desa sangatlah menyenangkan.
Kita pilih desa di daerah pegunungan supaya bisa bercakap cakap di beranda rumah sambil minum teh dengan pemandangan gunung gunung kokoh itu. 
Kalaupun misal gunungnya tak terlihat toh masih ada hamparan sawah dan kita juga bisa melihat layang layang yang di terbangkan bocah - bocah dikala sore, menyenangkan bukan?
Gunung, suasananya selalu syahdu sejak pertama aku mengunjunginya dan dimana pun akan tetap begitu.
Apa?
Kau tdk mau?
kenapa?
Kau ingin hidup di Kota?
Yasudah,  aku harus tetap menurut walau aku tahu Kota itu sangat rumit dan kehidupan disana sangatlah kompleks? 
Baiklah, tak apa akupun punya kenangan selama tinggal di kota yaitu menatap bata bata genteng tetangga dari beranda rumah.

Surabaya, 14 08 16

unusual tales of Ranu Kumbolo

Pagi itu aku bertemu dengan pria bermata layu. 
Lalu di ceritakannya tentang danau yang terbuat dari air mata. 
Konon katanya air mata itu di guyurkan langsung dari mata orang orang yang patah hatinya.
Air dari mata yang menangis sepanjang waktu.
Mata yang menangis hingga tak kenal waktu hari, bulan, bahkan tahun.
Disebutkannnya juga ketika malam danau itu berkilauan berkat Dewi Wulan, 
Cahayanya menjelma kunang-kunang yang kilaunya teramat pedih. 
Kunang kunang yang pendarnya setajam jarum akan menusuk-nusuk mata siapapun tanpa ampun.
Danau yang teramat tenang dikala terang tetapi tidak ditengah kegelapan.
Malam akan membuatnya semakin murka,
lalu menggulung makhluk-makhluk yang tengah bahagia. 
Danau itu telah dikutuk oleh jiwa jiwa yang murung.
Murung atas tunggu tanpa temu.
Murung atas kebaikan yang tak bersambut. 
Jadi berhati-hatilah kau jangan mendekat atau berniat untuk main main dengan airnya,
Begitu pesannya dan meminta agar aku tak berendam ke tengahnya.

-Masih tentang ruang-


Jika hati ibarat ruang 
maka kau adalah seniman yang selalu menggelar pameran disana.
Dan kau harus sabar jika tak ada yang mengunjungi pameran itu,
Karena aku sudah mengunci ruangnya

Tentang Ruang


Hingga akhirnya aku bertanya apakah sudut itu punya ujung?
---------
Ah lupakan, sebenarnya aku hanya ingin bertanya
Bagaimana cara agar aku bisa memahami?
Kita sering terjebak dalam diam
Lalu berlarut larut untuk menerka
Baiknya, Ceritakan!
Maka kita selesaikan bersama